.

C e r m i n

Saturday, 30 January 20160 komentar


Di depan cermin kuberkaca
kulihat sesosok tubuh berdiri tanpa suara
matanya memandang hina
menatapku penuh cela
senyum tipis di bibirnya hampir sirna
berhias seribu cerca

Terbersit sebuah rasa di hati
tentang kekufuran diri
tentang syukurku yang telah pergi

Di depan cermin kuberkaca
kulihat sesosok tubuh berdiri tanpa suara
matanya memandang penuh puja
menatapku penuh makna
senyum tipis di bibirnyaseakan berkata
kau sangat sempurna

Terbersit sebuah rasa di hati
tentang kesombongan yang singgah di dalam diri
tentang keangkuhan tanpa kesadaran nurani
 
 
PujanggA
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Alif Template | Mas Alif
Copyright © 2011. Anak Perantauan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Alif
Proudly powered by Blogger